Shalom Bagi Indonesia
Worship Music for Reflection
Doa buat damai di Indonesia medley Indonesia penuh kemuliaanNya
"Orientasi"
Shalom GenTzen. Puji Tuhan, kondisi bangsa dan negara kita saat ini sudah semakin membaik, mulai minggu ini kita bisa kembali beribadah bersama di gereja. Marilah kita tetap menaikkan doa dan syukur kita bagi bangsa kita. Seperti yang dikatakan dalam 2 Tawarikh 7:14
lalu umat-Ku yang memakai nama-Ku itu merendahkan diri, dan berdoa serta datang kepada-Ku dan meninggalkan perbuatan mereka yang jahat, maka dari surga Aku akan mendengar doa mereka. Aku akan mengampuni dosa-dosa mereka dan menjadikan negeri mereka makmur kembali. (2 Tawarikh 7:14)
Kita semua percaya bahwa peristiwa ketegangan yang baru saja kita alami ini semua atas seizin Tuhan dan semuanya merupakan rencana Tuhan dan Tuhan pasti memiliki maksud atas segala hal yang telah terjadi.
"Indonesia Penuh dengan Damai"
Doa kita untuk ‘Shalom Bagi Indonesia’ adalah seruan untuk turunnya keutuhan dan pemulihan ilahi, bukan sekadar damai biasa. Fondasi harapan ini kokoh, sebab Shalom sejati hanya datang melalui pribadi dan kuasa Yesus Kristus, Sang Mesias. Oleh karena itu, setiap tantangan yang dihadapi bangsa ini janganlah melemahkan kita. Sebaliknya, pandanglah itu sebagai bukti bahwa Tuhan sedang berproses sama seperti Ia membentuk umat-Nya di sepanjang sejarah Alkitab untuk mendatangkan kebaikan-Nya yang lebih besar bagi negeri ini.
Menghadapi proses ilahi ini, panggilan kita menjadi sangat jelas: untuk tidak pernah jemu menaikkan doa dan syukur. Marilah kita terus mendoakan para pemimpin dan seluruh lapisan masyarakat, sambil mengucap syukur atas kesetiaan Tuhan yang tak pernah berakhir. Sebab iman kita percaya, di tengah segala kesulitan sekalipun, rancangan-Nya bagi Indonesia tetaplah rancangan damai sejahtera yang bersumber dari kuasa nama-Nya.
Refleksi Pribadi
Renungkanlah:
- Ketika saya merenungkan arti ‘Shalom’ sebagai keutuhan ilahi dari Kristus, bukan sekadar tidak adanya konflik, bagaimana hal itu mengubah cara saya berdoa untuk diri sendiri, keluarga saya, dan untuk bangsa Indonesia?
- Dalam tantangan apa (pribadi atau nasional) yang sedang saya hadapi saat ini, saya kesulitan melihat Tuhan sedang ‘berproses’? Bagaimana saya bisa mulai memandang situasi tersebut dengan kacamata iman seperti dalam Roma 8:28?
- Sejujur-jujurnya, seberapa sering saya secara spesifik mendoakan para pemimpin dan berbagai masalah sosial di Indonesia? Adakah komitmen baru yang bisa saya buat untuk tidak jemu-jemu dalam mendoakan bangsa ini?
- Selain berdoa, langkah praktis apa yang bisa saya ambil dalam minggu ini untuk menjadi ‘agen Shalom’ di lingkungan saya di rumah, tempat kerja, atau media sosial untuk menghadirkan kasih Kristus secara nyata?
Kesimpulan
Jadi, seruan "Shalom Bagi Indonesia" adalah sebuah panggilan iman yang aktif, bukan penantian yang pasif. Ini adalah undangan bagi setiap kita untuk mengambil dua peran penting. Pertama, peran sebagai pendoa syafaat yang tak kenal lelah, yang terus-menerus membawa bangsa ini ke hadapan takhta kasih karunia Tuhan, percaya pada kedaulatan dan rancangan-Nya. Kedua, peran sebagai agen atau pembawa Shalom itu sendiri di lingkungan kita masing-masing. Kita dipanggil untuk menghadirkan keutuhan, keadilan, dan kasih Kristus di keluarga, tempat kerja, dan komunitas kita. Pada akhirnya, Shalom bagi Indonesia terwujud secara nyata ketika setiap kita, sebagai bagian dari tubuh-Nya, hidup dalam damai sejahtera yang dianugerahkan oleh Sang Mesias dan membagikannya kepada sesama. (AV)