Ketika Tuhan Memanggil: Musa dan Semak yang Menyala
Worship Music for Reflection
Hati Sebagai Hamba - Lifehouse Music ft. Franky Kuncoro
Sering kali dalam hidup, kita merasa bahwa kita tidak cukup baik, tidak cukup mampu, atau tidak layak untuk dipakai oleh Tuhan. Namun, kisah Musa di semak duri yang terbakar mengajarkan bahwa Tuhan tidak mencari orang yang sempurna—Ia mencari hati yang mau taat.
Dalam Keluaran 3:2-4, firman Tuhan berkata:
“Lalu Malaikat TUHAN menampakkan diri kepadanya di dalam nyala api yang keluar dari semak duri. Lalu TUHAN melihat bahwa Musa datang melihatnya, berserulah Allah dari tengah-tengah semak duri itu: ‘Musa, Musa!’ dan ia menjawab: ‘Ya, Allah.’”
Pelajaran dari Semak yang Menyala
- Tuhan Berbicara dalam Hal yang Sederhana
- Tuhan Memanggil Orang yang Biasa untuk Tugas yang Luar Biasa
- Tanggapan Kita Menentukan Langkah Berikutnya
Musa tidak dipanggil dengan sesuatu yang megah, tetapi dengan semak yang terbakar. Tuhan sering kali berbicara kepada kita melalui hal-hal sederhana dalam hidup, tetapi apakah kita cukup peka untuk melihat dan mendengar-Nya?
Musa awalnya ragu. Dia merasa tidak layak dan penuh kekurangan. Namun, Tuhan tidak melihat kelemahannya, melainkan potensi dalam dirinya. Sama seperti Musa, Tuhan juga dapat memakai kita apa adanya untuk rencana-Nya yang besar.
Musa bisa saja mengabaikan semak itu, tetapi dia memilih untuk mendekat. Respons kita terhadap panggilan Tuhan menentukan bagaimana kita akan dipakai dalam hidup ini.
Ayat Hari Ini
Ketika Tuhan memanggil, Dia tidak melihat seberapa mampu kita, tetapi seberapa bersedia kita untuk taat.
“Lepaskanlah kasut dari kakimu, sebab tempat, di mana engkau berdiri itu, adalah tanah yang kudus.” (Keluaran 3:5)
Refleksi Pribadi
Renungkanlah:
- Apakah saya peka terhadap cara Tuhan berbicara dalam hidup saya?
- Apakah saya sering merasa tidak cukup baik untuk dipakai oleh Tuhan?
- Bagaimana saya bisa lebih siap menjawab panggilan Tuhan dalam hidup saya?