Who Am I?

Who Am I?

By Author Gen-T · July 20, 2025 · Admin

Worship Music for Reflection

#SaatTeduh - Kasih SetiaMu (Yeshua Abraham)

"Orientasi"

Di antara seluruh untaian kata yang indah dalam lagu ini, pertanyaan "Siapakah aku ini Tuhan, jadi biji mataMu?" menjadi jangkar perenungan yang paling dalam. Pertanyaan ini menyuarakan seruan universal dari hati manusia yang merasa kecil dan tak berarti di hadapan Pencipta yang Mahabesar. Dalam kesadaran akan segala kelemahan dan kegagalan kita, seringkali kita merasa tidak layak. Namun, lirik ini tidak berhenti pada pertanyaan tentang ketidaklayakan kita, melainkan langsung menyandingkannya dengan sebuah kebenaran yang radikal dan mengubah segalanya: di mata Tuhan, kita adalah pribadi yang begitu berharga, dikasihi secara istimewa, dan dilindungi dengan cermat layaknya "biji mata-Nya". Perenungan ini mengajak kita untuk memahami identitas sejati kita, bukan dari apa yang kita rasakan tentang diri sendiri, tetapi dari cara Tuhan memandang kita melalui kasih-Nya yang tak terbatas.

"Kasih-Nya yang Tak Terukur"

Perenungan atas kasih Tuhan yang "lebih tinggi dari langit biru" membawa kita pada pemahaman akan kedaulatan dan kemahabesaran-Nya. Langit berbicara tentang sesuatu yang tak terbatas dan tak terjangkau oleh manusia.

tetapi setinggi langit di atas bumi, demikian besarnya kasih setia-Nya atas orang-orang yang takut akan Dia. (Mazmur 103:11)

Ini bukan sekadar kiasan puitis, melainkan sebuah jaminan bahwa kasih Tuhan tidak dibatasi oleh kondisi kita, kesalahan kita, ataupun keterbatasan dunia ini. Di sisi lain, kebaikan-Nya yang "lebih dalam dari lautan" mengingatkan kita akan hikmat dan rancangan Tuhan yang tak terselami.

O, alangkah dalamnya kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah! Sungguh tak terselidiki keputusan-keputusan-Nya dan sungguh tak terselami jalan-jalan-Nya! (Roma 11:33)

Kebaikan-Nya bukanlah kebaikan yang dangkal, melainkan sebuah anugerah yang berakar pada hikmat-Nya yang kekal, yang telah menyediakan hal-hal terbaik bagi kita.

Tujuan Blessing percaya