This Is Your Calling
Worship Music for Reflection
Tuhan Ini Tugas Kami (Cover) by Filakustik
"Orientasi"
Pada Matius 22:1-14, Yesus menyampaikan perumpamaan tentang seorang raja yang mengadakan perjamuan kawin untuk anaknya, tetapi para undangan menolak datang meskipun telah dipanggil berkali-kali. Sebagian dari mereka bahkan membunuh utusan sang raja, sehingga raja murka dan menghukum mereka serta membakar kota mereka. Karena mereka dianggap tidak layak, raja memerintahkan agar siapa saja yang ditemui di persimpangan jalan, baik orang baik maupun jahat diundang ke pesta. Ruangan pun penuh dengan tamu, namun seorang yang tidak mengenakan pakaian pesta diusir ke tempat gelap penuh tangisan dan derita. Perumpamaan ini diakhiri dengan penekanan bahwa banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang terpilih.
“Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih” (Matius 22:14)
"Aku?"
Iya, kamu adalah orang yang telah dipanggil oleh Tuhan, bahkan bukan hanya kamu saja, tetapi semua orang telah dipanggilNya. Panggilan kita adalah suatu karya Tuhan yang telah Ia rancangkan bahkan sebelum kita lahir ke dunia ini. Kita semua adalah kepunyaan Tuhan, Tuhan tidak pernah merencanakan hal hal buruk terjadi di dalam kehidupan kita, tetapi itu merupakan suatu teguran atas kesalahan yang Tuhan ijinkan karena kita telah melakukan kesalahan terhadap Tuhan maupun terhadap sesama.
“Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.” (Yeremia 29:11)
Tanpa Tuhan yang terus menyertai kehidupan kita, maka kita tidak akan pernah tahu apa panggilan kita yang telah Tuhan rancangkan dalam kehidupan kita.
“Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah" (Roma 8:28)
Karya Tuhan bukanlah hanya berkat yang kita terima, tetapi pangglian kita itu juga merupakan karya Tuhan yang sangat besar yang telah Ia rancangakan sebelumnya.
“Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya." (Mazmur 139:14)
- Apakah kita adalah orang yang benar benar dipanggil oleh Tuhan?
- Apakah kita mau mendengarkan panggilan itu?
- Apakah kita mau meresponi panggilan tersebut?
- Apakah kita mau untuk menyerahkan seluruh kehidupan kita dan tetap setia untuk mengiringNya?
- Apakah kita terpaksa melakukannya?
Kok Harus Aku?
Karena, Tuhan bisa memakai siapa saja dalam kehidupan kita ini untuk memberitakan injilnya, tidak menutup kemungkinan jika itu adalah KAMU. Tuhan bisa memakai siapa saja, jika kita melihat di dalam Alkitab, ada beberapa contoh tokoh yang telah Tuhan panggil untuk menjalankan rencanaNya yang dahsyat dan ajaib bagi banyak orang. Musa adalah orang biasa yang ditemukan oleh putri Firaun saat mandi di Sungai Nil dan diangkat menjadi anaknya, tidak ada yang tahu bahwa kedepannya Musa akan menjadi seorang pemimpin yang memimpin bangsa Israel untuk keluar dari tanah mesir. Lalu, ada Nabi Yesaya, Yesaya merupakan seorang yang berasal dari keluarga kalangan atas di Yerusalem; dia orang berpendidikan, memiliki bakat sebagai penggubah syair dan berkarunia nabi, mengenal keluarga raja, dan memberikan nasihat secara nubuat kepada para raja mengenai politik luar negeri Yehuda. Siapa yang menyangka seorang seperti itu dipanggil oleh Tuhan dan dia rela menyerahkan seluruh hidupnya untuk melayani Tuhan.
“Ini aku, utuslah aku!” (Yesaya 6:8C)Lalu ada Samuel, Samuel adalah anak dari Hana yang sejak kecil telah dipersembahkan kepada Tuhan dan melayani di bawah pengawasan imam Eli di Silo, hidup dalam zaman ketika firman Tuhan jarang terdengar dan bangsa Israel berada dalam kondisi rohani yang merosot. Walaupun hidupnya telah diserahkan untuk Tuhan oleh ibunya, tetapi Samuel tetap memiliki kehendak bebas untuk menentukan apakah ia akan mereponi panggilan itu atau mengabaikannnya, tetapi Samuel meresponi panggilan itu dan ia adalah salah satu orang yang sangat berperan penting pada masanya, beliau juga mengurapi Daud yang pada akhirnya Daud menjadi raja Israel.
'Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih.” ' - Matius 22:14
Kembali lagi ke ayat tersebut, Tuhan ingin berbicara dengan kita dan meyakinkan kita bahwa Allah telah memilih banyak orang dari antara kita untuk menjadi pemberita injil di dunia ini, tetapi hanya sedikit orang yang mau meresponinya dengan tepat. Banyak orang yang menyia-siakan penggilan itu. Panggilan kita bukanlah panggilan yang diberi oleh Tuhan secara sembarangan, tetapi kita telah dipilih untuk dipanggil.
Refleksi Pribadi
Renungkanlah:
Jawabannya ada pada dirimu sendiri, apakah kamu mau untuk melakukannya? Atau kamu hanya menganggapnya seperti angin yang berlalu begitu saja? Berdoalah jika kamu mendapat panggilan itu dan memperdalamnya agar tidak tersesat. Coba konsultasikan dengan kakak pembina jika kamu merasa bahwa engkau telah terpilih.
Kesimpulan
Setiap orang mempunyai panggilannya masing masing dalam kehidupannya. Ada yang dipanggil untuk melayani Tuhan secara full-time, ada pula yang secara part-time. Tetapi tetaplah ingat bahwa Tuhan terus merancangkan segala kebaikan bagi diri kita dan Tuhan tak akan pernah meninggalkan kita. Dia akan terus membimbing kita supaya tetap berjalan pada jalan kebenaran yang telah kita miliki. Tuhan Yesus Memberkati(AV)