Khotbah di Bukit: Jalan Menuju Hidup yang Diberkati
Worship Music for Reflection
Aku Mengasihi Engkau Yesus - OFFICIAL MUSIC VIDEO
Dalam kehidupan, kita sering mencari kebahagiaan dalam hal-hal duniawi—kekayaan, status, atau pengakuan dari orang lain. Namun, Yesus mengajarkan jalan yang berbeda untuk mengalami hidup yang diberkati. Khotbah-Nya di atas bukit, yang tertulis dalam Matius 5-7, adalah pedoman bagi kita untuk hidup dalam kerajaan Allah.
Dalam Matius 5:3-12, Yesus berkata:
“Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.”
Pelajaran dari Khotbah di Bukit
- Kebahagiaan Sejati Tidak Bergantung pada Dunia
- Kasih dan Pengampunan adalah Kunci
- Membangun Hidup di Atas Dasar yang Kokoh
Yesus menyebut "berbahagia" bukan dalam konteks kekayaan atau kesuksesan, tetapi dalam sikap hati. Orang yang miskin di hadapan Allah, yang lemah lembut, yang haus akan kebenaran—merekalah yang benar-benar diberkati.
Dalam khotbah ini, Yesus juga mengajarkan tentang kasih kepada musuh, pengampunan, dan bagaimana kita harus hidup sebagai terang dunia. Mengasihi mereka yang menyakiti kita bukanlah hal yang mudah, tetapi itulah jalan yang Yesus tunjukkan.
Di akhir khotbah-Nya, Yesus berkata bahwa orang yang mendengar dan melakukan firman-Nya seperti orang yang membangun rumah di atas batu. Ketika badai datang, rumah itu tetap teguh. Hidup kita juga harus didasarkan pada firman Tuhan, bukan pada hal-hal yang rapuh dan sementara.
Ayat Hari Ini
Kebahagiaan sejati bukan tentang memiliki segalanya, tetapi tentang memiliki hati yang selaras dengan Tuhan.
“Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.” (Matius 6:21)
Refleksi Pribadi
Renungkanlah:
- Apakah saya mencari kebahagiaan dalam hal-hal duniawi atau dalam firman Tuhan?
- Bagaimana saya bisa mengasihi dan mengampuni orang lain seperti yang diajarkan Yesus?
- Apakah hidup saya sudah berdasar pada kebenaran firman Tuhan?